Sabtu, 15 Maret 2014

Ta'aruf

TA'ARUF BOLEH..PACARAN JANGAN..!!

Muhammad Rosulullah Sholallahu A'laihi Wasallam.Bersabda :
" Sekali-kali Tidak Boleh Seorang Lelaki,Menyepi Berduaan Dengan Wanita yang tidak Dihalalkan Bagi dirinya,Apabila tidak disertai Dengan Muhrimnya,karena yang Ketiganya Adalah Setan"(HR.Amir bin Robi'ah)

Dari penjelasan hadist diatas,,Berpacaran "nyepi berdua" itu dilarang oleh Agama.
Apabila ditinjau dari akibat buruk yang ditimbulkan,Maka pihak Wanitalah yang paling dirugikan dari praktek pacaran ini.

Oleh Karena itu Islam telah Memberikan solusi Terbaik kepada Kita,yaitu dengan Ta’aruf.
Ta'aruf dalam mencari pasangan
hidup,adalah ta’aruf dalam artian
sempit. Istilah ini lebih tepat
disebut nadhor ( melihat )

Yang Perlu di perhatikan dalam
ta’aruf ini.adalah..

1. Kemungkinan gagal

Ta`aruf adalah proses paling
awal dari urutan menuju ke
jenjang pernikahan. Pada posisi
seorang baru sekedar ta`aruf,
memang sama sekali tidak ada
ikatan apa-apa. Berbeda dengan
proses khitbah yang apabila
diterima, maka ada ikatan walau
belum sampai taraf halal. Namun
bila khitbah itu belum sampai
taraf DITERIMA, maka tetap saja
belum ada ikatan apa-apa.

Karena itu perlu diperhatikan
bahwa ta`aruf hanya sebuah
proses awal dimana seseorang
bisa saja mundur, baik calon laki-
laki atau pihak perempuan.

Keduanya punya hak untuk
mencari informasi masing-
masing calon pasangannya dan
sama-sama punya hak untuk
mundur teratur.

2. Proses ta'aruf
Ketika melakukan ta'aruf,
seseorang baik pihak pria atau
wanita berhak untuk bertanya
yang mendetil, seperti tentang
penyakit, kebiasaan buruk dan
baik, sifat dan lainnya. Kedua
belah pihak harus jujur dalam
menyampaikannya . Karena
bila tidak jujur, bisa berakibat
fatal nantinya.

Tidak boleh dilakukan cuma
berdua saja. Harus ada yang
mendampingi yaitu wali atau
keluarganya. Jadi, taaruf
bukanlah bermesraan berdua,
tapi lebih kepada pembicaraan
yang bersifat realistis untuk
mempersiapkan sebuah
perjalanan panjang berdua.

3. Fungsi ta'aruf
Fungsi ta`aruf adalah untuk
menentukan apakah akan
bergerak maju menjalin
hubungan pernikahan atau akan
mundur dengan teratur.

4. Tujuan taaruf
Taaruf adalah media syar`i yang
dapat digunakan untuk
melakukan pengenalan terhadap
calon pasangan. Sisi yang
dijadikan pengenalan tidak hanya
terkait dengan data global,
melainkan juga termasuk hal-hal
kecil yang menurut masing-
masing pihak cukup penting.

Misalnya masalah kecantikan
calon istri, dibolehkan untuk
melihat langsung wajahnya
dengan cara yang seksama,
bukan cuma sekedar curi-curi
pandang atau ngintip fotonya.

Justru Islam telah
memerintahkan seorang calon
suami untuk mendatangi calon
istrinya secara langsung face to
face, bukan melalui media foto,
lukisan atau video.

5. Manfaat Ta'aruf
Selain urusan melihat fisik,ta'aruf
juga harus menghasilkan data
yang berkaitan dengan sikap,
perilaku, pengalaman, cara
kehidupan dan lain-lainnya agar
tidak ada penyesalan di
kemudian hari ketika sudah
menikah. Hanya semua itu harus
dilakukan dengan cara yang
benar dan dalam koridor syariat
Islam.

Semoga Bermanfaat..Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar